Fenomena goyangan itu sebenernya udah biasa bagi masyarakat
Indonesia, khususnnya Dangdut. Karena itu sudah menjadi hal yang biasa kita
dengar, dan kita tonton dalam sehari-hari, di tambah dengan banyaknya berita
dan gosip lagu ataupun penyanyinya. Dengan begitu kita bias menyimpulkan bahwa
menjadi penyanyi dangdut diindonesia itu mudah, cukup punya nama goyangan khas
sendiri dan seksi ( yang pasti bukan laki-laki).
Dan liriknya pun mudah dan beragam kata yang menarik untuk
diperdengarkannya. Gua akan bahas tentang penyanyi-penyanyinya.
Hanya dengan menyanyi “Sakitnya tuh disini” dia bisa terkenal….
“aku rapopo” juga terkenal… “ayo goyang dumang” malah lebih terkenal..
sebenernya mudah. Soal suara? Gampang.. tinggal di kasih effect.. effect
chipmunk.. hahaha sudah bisa ketutup suaranya.
Dan goyangannya pun beragam, dari yang mainstream sampe yang
extream. Yang mainstream itu goyang dumang, goyang bang jail, goyang mujair.
Dan masih banyak goyangan peternakan lainnya.. :D. yang extream itu ada goyang
ngebor, goyang gergaji, goyang itik, goyang oplosan. Goyang yks, goyang
dahsyat, goyang inbox, goyang d’terong, dan masih banyak lagi goyang extream
yang ada banyak di setiap program televisi.
Dan Dangdut sekarang sudah mengarah dengan adanya koplo,
pasti selalu ada. Seperti sayur tanpa garam, kopi tanpa gula, dan aku tanpa
kamu… *eaaaaaa *iyainajabiarcepet*
Takutnya itu menular ke lagu-lagu pop. Misalkan ada penyanyi
dangdut ex yks diundang diacara musik dan disuruh nyanyi pop, dan gua rasa
liriknya ada yang beda. Dangdut koplo itu identik dengan kata eaaaa’—eaaaa’ dan aweeeee’--aweee’. Dan mungkin kalo disuruh nyanyi lagu RAN- Dekat
dihati, itu akan merubah kata dan arti dari liriknya.
Lirik sebenarnya
Dering telponku
membuat ku tersenyum dipagi hari, kau bercerita semalam kita bertemu dalam
mimpi….
Yang dinyanyikan
Dering telponku
membuat ku eaaa’ eaaa’ dipagi hari, kau bercerita semalam kita aweee’
aweee’ dalam mimpi..
Takutnya tuh penonton yang mendengarkan menjadi aneh.
Manusia macam apa yang kalo ditelpon perasaannya jadi eaaa’ eaaaa’ , dan manusia jenis apa yang kalo bercerita kalo di
mimpinya itu dia aweee’ aweee’. Itu
berartikan dia lagi asssssssssssssssyudahlah jangan dipikirkan.
Bukan hanya penyanyinya dan programnya yang kena Dangdut Syndrome *itu buat sebutan
penggila dangdut* penontonnya pun jadi korbannya juga, karena dari ikut itulah
penghasilannya, yupss penonton alay = penonton bayaran, karena kalo gak ada
bayarannya itu program gak bakal rameee.. “ada uang.. ada kami.. taka pa walau
hanya nasi kotak..” yel-yel penonton bayaran.
Dan bayarannya itu beragam, ada yang bayarannya langsung dan
tidak langsung, ada yang mahal dan ada yang murah. Ada yang dari 200ribu
keatas, dan ada juga yang Cuma 10ribu, 20ribu sampe 100ribu, dan ada juga yang
disawer Cuma 5ribu, mungkin ini bagi yang penonton amatir …
Dan masih banyak lagi hal-hal yang tabu untuk
diperbincangkan.. *feni rose* dari fenomena dangdut ini. Dan seperti biasa,
diakhir post biasanya gua memberikan quote
menarik dan super syekaliii.. intinya adalah “ pasang telinga, pasang pinggul,
karena lagu selalu di-play dimana saja. Waspadalah.. berjogetlah… “
Sekian dan Makaseeeehhh… :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar