Sepi, adalah kata berjuta makna. Bagi gua sama halnya dengan
perpindahan, kesepian itu adalah pasti. Benar atau salah setiap manusia pasti
pernah berada di suatu titik dimana hanya hati dan pikiran yang menemani. kesepian
tidak hanya ketika seseorang sendirian. Banyak juga yang merasakan kesepian
diantara keramaian. Imajinasi berandai-andai seperti hujan di siang hari. Hujan
tidak memandang ketika panas atau mendung. Ia dating hanya untuk mengisi
kekosongan. Seperti matahari dengan gerhana yang menjadikannya lebih indah..
seperti bubur nasi dengan taburan bawang gorengnya.. mungkin terlihat tidak
penting, namun sangat mempengaruhi rasa buburnya..
Tapi kali ini gua gak ingin membicarakan buburnya, namun
taburan bawang gorengnya. Siapa sangka dengan sedikit taburan bisa mempengaruhi
rasa. Seperti air yang selalu rendah diri dengan kopi.
Banyak orang mengatakan “minum
kopi”, namun mereka tidak memikirkan perasaan airnya. Bagaimana bisa kita minum
kopi tanpa menggunakan air. Kenapa mereka tidak mengatakan “minum air kopi”
ketimbang “minum kopi”?? seberapa tidak pentingnya air itu?? Itu ibarat datang ke
pesta pernikahan, namun kita hanya bersalaman dengan mempelai wanitanya.
Banyak banget pemikiran masyarakat yang salah. Misalkan pengejaan
huruf alphabet. Gua udah setahun lebih belajar Bahasa Indonesia. Dan gua sadar
bahwa ada yang salah dengan pengejaan anak kecil jaman sekarang.. gua
beranggapan begitu ketika belajar mata kuliah fonologi, ilmu yang mempelajari
bunyi Bahasa. Jadi gua belajar fonologi semeseter 1 berasa belajar membaca
kelas 1 SD (karena pengalaman gua gak pernah TK, langsung ke sekolah dasar). Pengejaaan
huruf yang salah adalah huruf L, M, N, R, dan S.
Contoh huruf L, pengucapannya sebenarnya seperti pengucapan
huruf e kecil dan huruf L (eL). Tetapi yang diajarkan saat ini
adalah pengucapan L itu adalah seperti pengucapan E besar dan huruf L
(EL). Kalau di sebuah kata LALA. Pengucapannya eL-A-LA eL-A-LA = LALA, bukan seperti
EL-A-LA EL-A-LA = ELAELA. Sama halnya dengan M,N,R,dan S = eM-A-MA eM-A-MA =
MAMA, bukan seperti EM-A-MA EM-A-MA = EMA-EMA. Menurut gua pengucapan salah ini
yang menciptakan panggilan “EMA-EMA/EMAK-EMAK”.
Maaf kalau materi ilmunya kurang jelas, karena itu ilmu bunyi bahasa, jadi agak sulit kalau dijadikan sebuah tulisan...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar