Senin, 01 Februari 2016

Mari Berandai Kesepian dan Pengucapan



Sepi, adalah kata berjuta makna. Bagi gua sama halnya dengan perpindahan, kesepian itu adalah pasti. Benar atau salah setiap manusia pasti pernah berada di suatu titik dimana hanya hati dan pikiran yang menemani. kesepian tidak hanya ketika seseorang sendirian. Banyak juga yang merasakan kesepian diantara keramaian. Imajinasi berandai-andai seperti hujan di siang hari. Hujan tidak memandang ketika panas atau mendung. Ia dating hanya untuk mengisi kekosongan. Seperti matahari dengan gerhana yang menjadikannya lebih indah.. seperti bubur nasi dengan taburan bawang gorengnya.. mungkin terlihat tidak penting, namun sangat mempengaruhi rasa buburnya..

Tapi kali ini gua gak ingin membicarakan buburnya, namun taburan bawang gorengnya. Siapa sangka dengan sedikit taburan bisa mempengaruhi rasa. Seperti air yang selalu rendah diri dengan kopi. 

Banyak orang mengatakan “minum kopi”, namun mereka tidak memikirkan perasaan airnya. Bagaimana bisa kita minum kopi tanpa menggunakan air. Kenapa mereka tidak mengatakan “minum air kopi” ketimbang “minum kopi”?? seberapa tidak pentingnya air itu?? Itu ibarat datang ke pesta pernikahan, namun kita hanya bersalaman dengan mempelai wanitanya.

Banyak banget pemikiran masyarakat yang salah. Misalkan pengejaan huruf alphabet. Gua udah setahun lebih belajar Bahasa Indonesia. Dan gua sadar bahwa ada yang salah dengan pengejaan anak kecil jaman sekarang.. gua beranggapan begitu ketika belajar mata kuliah fonologi, ilmu yang mempelajari bunyi Bahasa. Jadi gua belajar fonologi semeseter 1 berasa belajar membaca kelas 1 SD (karena pengalaman gua gak pernah TK, langsung ke sekolah dasar). Pengejaaan huruf yang salah adalah huruf L, M, N, R, dan S.

Contoh huruf L, pengucapannya sebenarnya seperti pengucapan huruf e kecil dan huruf L (eL). Tetapi yang diajarkan saat ini adalah pengucapan L itu adalah seperti pengucapan E besar dan huruf L (EL). Kalau di sebuah kata LALA. Pengucapannya eL-A-LA eL-A-LA = LALA, bukan seperti EL-A-LA EL-A-LA = ELAELA. Sama halnya dengan M,N,R,dan S = eM-A-MA eM-A-MA = MAMA, bukan seperti EM-A-MA EM-A-MA = EMA-EMA. Menurut gua pengucapan salah ini yang menciptakan panggilan “EMA-EMA/EMAK-EMAK”.

Maaf kalau materi ilmunya kurang jelas, karena itu ilmu bunyi bahasa, jadi agak sulit kalau dijadikan sebuah tulisan...

Tidak ada komentar: