Minggu, 01 Mei 2016

Penguasa muda

Usang..
Hilang...
Bayang..
Tiga kata penuh aksara
Saat ini, bersama bulan yang membual kepada bintang
Kini ku berada di jejak nestapa yang paling dalam
Berada di sudut yang paling dalam
Sepi, Sunyi, dan Kelam

Menatap bayang topeng penuh dugaan
Jumlahnya dua puluh sembilan
Terkadang berada di ujung senyuman, dan diujung kesepian
Mereka tertawa, bercanda, penuh dambaan
Akhir ini seringkali dalam dada penuh pengucapan
Dua dimensi, antara kebingungan dan kesepian

Ikut aku terhanyut canda tawa
Dari mereka yang penuh dengan puisi dan drama
Mereka yang terbiasa menjadi biasa
Dan mereka yang tidak biasa menjadi terbiasa

Keyakinan yang sedang ku siram supaya dewasa
Kini matahari sudah heran untuk menyinarinya
Sama halnya dengan hari, kawan adalah misteri lama
Entah hari ini, besok, atau lusa
Mereka berbeda di setiap jamnya

Seperti noda dalam baju
Seperti ada yang beda dari hati
Apakah kalian membagi-bagi hati?
Seperti halnya membatas-batasi kebodohan dengan kepintaran
Pengalaman atau tak berguna?

Dan kamu, untuk kamu pemuda degan rambut berselimut
Pernah tidak berpikir bahwa dunia itu luas?
Dunia buruk bukan karena orang jahat, tetapi karena orang yang tidak adil
Membagi porsinya secara individu
Seperti putih yang selalu bersama putih
Bagaimana dengan yang merah, kuning, hitam, hijau?
Pernahkah terlintas di pola pikirmu itu?

Aku begini karena peduli
Mungkin "yaudah sih, tinggal tulis sendiri" sebagai alasmu
Mungkin "makanya, piknik keluar. jalan-jalan" sebagai matamu
Mungkin "Lebay banget jadi laki-laki" sebagai mulutmu
Selalu mungkin, dan mungkin, Pasti mungkin
Engkau Mengelak