Manusia itu makhluk yang paling sempurna, tapi bukan berarti Kita
bisa hidup sendiri. manusia itu makhluk sosial yang mempunyai rasa kepedulian
antar sesama, tidak mandang status, agama,
suku, jabatan, dll. Tapi terkadang manusia itu egois, melakukan apa yang ia
sukai, pasti setiap orang pernah berpikir kalau “kebahagiaan itu kita yang ciptakan, bukan orang lain” dengan
melakukan sesuatu hanya untuk dirinya sendiri, dan terkadang lupa dengan
kewajibannya sebagai manusia. Terkadang
sesuatu yang Kita “inginkan” belum tentu itu baik buat kita, yang kita “inginkan”
bisa jadi sesungguhnya yang kita “tidak butuhkan”. Manusia itu makhluk yang
tidak pernah mempunyai rasa puas, terus mengejar apa yang inginkan, boleh saja mengejar
sesuatu tapi ingat yang kita inginkan belum tentu kita butuhkan, tuhan memberikan sesuatu yang kita butuhkan,
bukan yang kita inginkan, jika Tuhan memberikan semua yang kita inginkan,
disaat itulah manusia menjadi tidak bersyukur.
gue akan cerita tentang awal masuk kuliah, awal dimana gue
berstatus sebagai mahasiswa, awal dimana gue harus bersikap semakin dewasa. gue
punya teman kenalan dia itu cowo, dan waktu itu gue berharap sekelas sama dia,
tapi nyatanya harapan enggak sesuai sama yang kita harapkan, gue masuk di kelas
R1D , kelas dimana gue bakal belajar, bertemu kawan baru, yang pasti gue belum
tau sifatnya masing-masing.
Awal masuk gue masih merasa asing dengan wajah-wajah penuh derita
:D wajah dengan penuh ketidakpastian, disaat itu gue setiap saat berkata dalam
hati “ inikah kelasan gue? inikah R1D? ini temen-temen gue yang bakal belajar
bersama gue sampe sarjana nanti?”. Perlahan tapi pasti, waktu demi waktu gue
laluin bersama kawan baru, gue mulai terbuka berkawan dengan mereka, mulai
terbiasa dengan mereka, karena mau gak mau, siap gak siap, gue pasti bakal
berkawan sama dia, yaa semacam risalah ilahi gitu :D makin lama gue semakin
mengenal satu persatu, gue mencoba lebih aktif dengan mengubah sikap gue dengan
sikap yang jahil, agak bawel, bikin jengkel, rusuh, humoris, dll. padahal itu
semua bukan sifat asli gue. Biar sikap itu mengubah gue menjadi lelaki yang dewasa.
amiiin...
Kawan yang pertama kali gue kenal, yaitu teman-teman kelompok
ya pastinya, mulai dari “Jheboy/Rysky” orang
yang berpenampilan serem, menakutkan, yang padahal tuh hatinya barbie banget,
setiap kata dibuatnya menjadi romantis.. “Rizal”
dia itu bagi gue seperti Jimmy Neutron versi Indonesia yaa dengan jambul
khatulistiwanyaa,dengan tingkah lakunya yang kadang suka salting. “Danang” orang yang dikelas itu menjadi kawan paling
tua kedua di R1D, yang pertama itu “si pilot pesawat capung alisan uswatun ”.
Danang tuh menurut gue baik yaa, solid, dan lebih paling gue hormatin yaaa
dengan kepedeannyaa mungkin karena dia udah merasakan manis-getirnya ibukota,
asam-garamnya ibukota, dia udah gak kaget dengan orang-orang seperti gue, tapi
gue yang kaget punya kawan kaya dia, yang usianya jauh diatas gue,yaa tapi yang
namanya “pendidikan” itu gak mengenal usia. “pendidikan” itu nomor satu yang
harus bagi setiap manusia. ada lagi “Harun” dia
itu menurut gue “Orang aceh yang terdampar dijakarta”, dengan bahasanya butuh
keahlian khusus buat mengerti. Dan ada lagi wanitanya yaaa, kenapa gue sebut
wanita? karena mereka semua berkerudung, terlalu kasar kalau gue panggil dengan
sebutan cewe, wanitanya itu ada “Nurul alias Ochol”wanita perihatin, yang selalu galau setiap tahun, bulan, hari, jam, menit,
detik. yang kalau ngobrol sama dia itu harus diselipkan kata romantis, bagi gue
itu dia seperti mba-mba warteg, karena dia itu mirip banget mba-mba warteg
dideket rumah, gue bisa bayangin gimana jadinya dia itu bener jadi mba-mba
warteg, memakai daster, bersendal jepit warna-warni, berselendang lap meja warteg.
kalau kata anak gaul kalo cowo
romantis dateng ke warteg itu, masuk ke warteg, lalu menghampri mba warteg
dari belakang, lalu berkata “Hari ini
kamu masak apa sayang??”gue berharap bisa gitu ke dia, tapi gue bisa nebak
gimana responnyaaa.. *jangan dilanjutkan,pasti seterusnya ada yang marah :D * .
Ada lagi wanita selanjutnya “Nuri” si ketua
kelas yang koplak, koplak disini maksudnya frontal, frontal ketika ngobrol,
cerita-cerita, curhat, nahan boker,dll :D . Selanjutnya “Niyar” bagi gue dia itu “ Queen of Confused” atau “Ratunya Galau” , setiap hari galau , setiap
apa yang dirasakan itu galau, seakan-akan dia itu pengen kasih tau anak-anak, “
WOY GUE GALAU LOH! GUE LAGI SEDIH NIH! BUTUH KASIH SAYANG! SEDIH MAH KALAU
DICERITAIN!” setiap dia update status gue selalu berkata dalam hati “BODO
AMAAAT! emang lu doang! gue jugaaaa” hahaha..*curcol*
Dosennya pun asik-asik yaa, walau ada juga beberapa dosen
yang bikin bete dan ngantuk, yaa itulah UNINDRA dengan segala keunikan yang
ada, secara tidak langsung, kita diajarkan untuk berani, lebih aktif, lebih
pandai bersosialisasi. ada yang baik
bangeet, ada yang selalu bikin strees yang setiap minggu pasti ada PR, ada yang
sensitif, ada yang bikin ngantuk yang seakan-akan dia itu ngajar pelajaran
dongeng bawaannya ngantuuuuk.. ada yang bete bangeet bikin boring bangeeeeets..
yaaaa itulah UNINDRA dengan segala isinya, yang bagi gue itu
semua adalah hal-hal yang membuat gue bahagia,
yang bagi gue “Kebahagiaan itu
bisa kita dapatkan dimana aja dan kapan aja. dan gue semakin percaya bahwa
tuhan itu memberikan yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan..
terimakasih :D