Asal mula ada cerita tentang pemuda laki-laki yang bernama
Yusril masih bingung bercita-cita menjadi apa. Yusril tinggal didaerah
perkotaan, menempati rumah yang sederhana bersama ibu nya, ayahnya sudah telah
lama meninggalkan dia pada saat umur 13 tahun disaat yusril baru memasuki Mts
yaitu kelas 1. Dia anak ke-5 dari 5 bersaudara, ia memiliki 2 abang dan 2
kakak. Namun lambat laun abang dan kakaknya pergi karena menikah, yang tersisa
hanyalah abangnya yang terakhir, jadi ia tinggal dirumah hanya dia, abangnya, dan ibunya. Si kecil Yusril bercita-cita
menjadi guru, ia sangat disayang oleh keluarganya karena ia adalah anak
terakhir. Disaat umur 8 tahun untuk pertama kalinya ia dirayakan perayaan ulang
tahun untuknya, yang pada awalnya hanya dirayakan dengan diberikan sebungkus
coklat dan sejumlah uang dari abang-kakaknya. Si kecil Yusril adalah anak yang
agak manja dan agak cengeng, karena ia selalu disayang oleh keluarga. Banyak hal-hal
menarik dalam kehdupan yusril pada saat kecil.
Dipagi hari, Si Kecil yusril baru memasuki jenjang
pendidikan, waktu itu umurnya masih 5 tahun, mungkin pada saat itu masih
diperbolehkan. Dipagi yang cerah itu ia berangkat sendirian.
Disesampainya ia
disekolah ia dengan berani masuk kekelasnya yang padahal ia belum tahu dikelas
mana dia, setelah duduk dan bercelingak-celinguk ke sekelilingnya ia melihat
ada anak yang berdiri disamping pintu kelas, karena penasaran apa yang
dilakukan anak itu dan si kecil yusril ingin berteman lalu disampiri lah anak
itu. Karena si kecil yusril tidak tahu cara berkenalan, yang ia tahu hanya
memanggil “ehh..” . “ehh… lagi ngapain disitu?” si kecil yusril bertanya. “gapapa…
mama mana yaa?” anak itu menjawab. “ ohhh.. lagi nunggu mama nya, punya teman
gak?” dengan polos si kecil yusril bertanya. “ gak punya, emangnya kenapa?”.. “
kita kenalan yuukk..” lagi-lagi semakin terlihat kepolosannya. “ ayuukk.. “
anak itu menjawab. “ayuuk dah…” mereka
saling berkenalan.
Dan ada teman si kecil yusril yang mulai dari anak yang suka
“poop” dicelana, ada yang berlari-larian disekolah karena saking takutnya sama
yang namanya “suntikan”, dan ada juga yang sampai kelas 6 masih tidak bisa
menghitung.
Yusril beranjak remaja dan disaat umur 12 tahun ia baru
kelas 1 MTs. Dan diusia dan pada saat kelas itulah dia baru namanya merasakan
kepergian, ia ditinggal oleh ayahnya yang sangat ia sayangi.
Disuatu ketika yusril sedang mengerjakan soal latihan
dikelas, ada pamannya masuk kelas dan meminta izin ke guru nya, dan
dipanggilnya yusril untuk izin belajar. Awalnya pamannya mengatakan kalau Yusril
ingin diajak pergi jalan-jalan, sontak yusril pun senang setelah apa yang
didengar dari pamannya, dan teman-temannya pun sempat ikut menggoda dan
mengejek ngiri ke yusril. Diperjalanan pulang kerumah awalnya yusril senang dan
sempat senyum sendiri, namun sesampainya ia curiga entah kenapa ada bendera
kuning yang menempel rumahnya dan
sedikit membaca ada nama ayahnya, dan sampai akhirnya Yusril pun tahu kalau
ayahnya telah pergi meninggalkan keluarga untuk selama-lamanya, sedih itu pasti
ada tetapi dia mencoba untuk tetap tabah walau itu hal yang sulit bagi anak
berumur 12 tahun untuk menahannya.
Haruh seduh berubah menjadi semangat, kesedihan berubah
menjadi kegembiraan, dan kepergian, itulah kehidupan.
Memasuki kelas 2 Mts, Yusril menjadi anak yang lebih periang
dari sebelumnya. Sesampai kelas 3 Mts, Yusril masuk kelas 9.3 . di kelas 9.3
itu adalah kelas yang rata-rata murid bandel,nakal,bandel nakal, dan nakal
bandel itu ada di 9.3 . tapi ada murid
yang baiknya juga walau hanya sedikit. Awalnya yusril kurang suka dengan kelas
itu tetapi ia mulai menikmati karena teman-teman nya seru, asik, dan lucu. Dan
sering Yusril diajak gabung dengan mereka dan dia tau kalau mereka akan
melakukan hal-hal yang tidak baik, dan Yusril jaga jarak dengan mereka dalam
hal gabung atau nongkrong.
Yusril memang bukan murid yang terbilang pandai, dan
terlihat ia sering mendapatkan remedial dalam setiap ulangan walau hanya
sedikit. Ujian Nasional pun tiba,
waktunya para siswa/siswi untuk belajar dengan giat agar mendapatkan nilai yang
bagus dan dapat memilih sekolah yang baik tentunya. Bocoran Ujian Nasional atau
Kunci jawaban Ujian nasional itu menjadi solusi bagi peserta Ujian Nasional jika
ragu dengan dirinya, begitu juga Yusril, dia sempat ragu dan kurang percaya
diri tentang Ujian Nasional, yang Ia ragukan adalah nilainya bukan
kelulusannya, dia yakin akan lulus tapi tidak dengan nilai baik bahkan sempurna sekalipun. Ujian Nasional
tiba dan tepat dihari senin peserta ujian telah siap dengan mental dan
persiapannya masing-masing. Selama 4 hari Ujian Nasional ,Sebelum peserta ujian
memasukin kelas , ada panitia ujian yaitu guru dari sekolah memberikan selembar
kertas dan ternyata itu adalah 25 nomor kunci jawaban dari setiap kode soal.
Karena
tidak ingin menyiakan kesempatan yusril pun menyalin Kunci jawaban itu dan
menyelipkan disaku celananya. Sesampai masuk kelas dan pengawas pun membagikan
Lembar Jawaban dan Soal Ujian Nasional.Dan Yusril pun mengisi identitas yang
perlu diisi , lalu dia menjawab sedikit soal demi soal dan disalinlah pada
Lembar Jawaban. Ditengah Waktu mengerjakan banyak teman-temannya yang sudah
meilhat kunci jawaban yang diberi guru, dan yusril pun juga mencoba melihat,
tetapi disaat ia mengambil salinan nya, ternyata saku celananya belubang, sayang
kepalang, yusril pun akhirnya memberanikan diri untuk mengerjakan soal Ujian
Nasional dengan Murni hasil nya sendiri. Dan disaat itu dia yakin akan setiap
jawabannya dalam setiap mata pelajaran Ujian Nasional.
Sesampai pada waktu pengumuman ujian nasinal, Dan Sungguh senang, karena yusril ternyata
lulus dengan nilai bagus yaitu dengan nilai rata rata 8,3 . yaa sunggu bersyukur yusril mendapatkan nilai
itu dengan hasilnya.
--TO BE CONTINUE--