Selasa, 03 Februari 2015

Autobiography Si Yusril..



Asal mula ada cerita tentang pemuda laki-laki yang bernama Yusril masih bingung bercita-cita menjadi apa. Yusril tinggal didaerah perkotaan, menempati rumah yang sederhana bersama ibu nya, ayahnya sudah telah lama meninggalkan dia pada saat umur 13 tahun disaat yusril baru memasuki Mts yaitu kelas 1. Dia anak ke-5 dari 5 bersaudara, ia memiliki 2 abang dan 2 kakak. Namun lambat laun abang dan kakaknya pergi karena menikah, yang tersisa hanyalah abangnya yang terakhir, jadi ia tinggal dirumah hanya  dia, abangnya, dan ibunya. Si kecil Yusril bercita-cita menjadi guru, ia sangat disayang oleh keluarganya karena ia adalah anak terakhir. Disaat umur 8 tahun untuk pertama kalinya ia dirayakan perayaan ulang tahun untuknya, yang pada awalnya hanya dirayakan dengan diberikan sebungkus coklat dan sejumlah uang dari abang-kakaknya. Si kecil Yusril adalah anak yang agak manja dan agak cengeng, karena ia selalu disayang oleh keluarga. Banyak hal-hal menarik dalam kehdupan yusril pada saat kecil.

Dipagi hari, Si Kecil yusril baru memasuki jenjang pendidikan, waktu itu umurnya masih 5 tahun, mungkin pada saat itu masih diperbolehkan. Dipagi yang cerah itu ia berangkat sendirian. 

Disesampainya ia disekolah ia dengan berani masuk kekelasnya yang padahal ia belum tahu dikelas mana dia, setelah duduk dan bercelingak-celinguk ke sekelilingnya ia melihat ada anak yang berdiri disamping pintu kelas, karena penasaran apa yang dilakukan anak itu dan si kecil yusril ingin berteman lalu disampiri lah anak itu. Karena si kecil yusril tidak tahu cara berkenalan, yang ia tahu hanya memanggil “ehh..” . “ehh… lagi ngapain disitu?” si kecil yusril bertanya. “gapapa… mama mana yaa?” anak itu menjawab. “ ohhh.. lagi nunggu mama nya, punya teman gak?” dengan polos si kecil yusril bertanya. “ gak punya, emangnya kenapa?”.. “ kita kenalan yuukk..” lagi-lagi semakin terlihat kepolosannya. “ ayuukk.. “ anak itu menjawab.  “ayuuk dah…” mereka saling berkenalan.

Dan ada teman si kecil yusril yang mulai dari anak yang suka “poop” dicelana, ada yang berlari-larian disekolah karena saking takutnya sama yang namanya “suntikan”, dan ada juga yang sampai kelas 6 masih tidak bisa menghitung.

Yusril beranjak remaja dan disaat umur 12 tahun ia baru kelas 1 MTs. Dan diusia dan pada saat kelas itulah dia baru namanya merasakan kepergian, ia ditinggal oleh ayahnya yang sangat ia sayangi.

Disuatu ketika yusril sedang mengerjakan soal latihan dikelas, ada pamannya masuk kelas dan meminta izin ke guru nya, dan dipanggilnya yusril untuk izin belajar. Awalnya pamannya mengatakan kalau Yusril ingin diajak pergi jalan-jalan, sontak yusril pun senang setelah apa yang didengar dari pamannya, dan teman-temannya pun sempat ikut menggoda dan mengejek ngiri ke yusril. Diperjalanan pulang kerumah awalnya yusril senang dan sempat senyum sendiri, namun sesampainya ia curiga entah kenapa ada bendera kuning  yang menempel rumahnya dan sedikit membaca ada nama ayahnya, dan sampai akhirnya Yusril pun tahu kalau ayahnya telah pergi meninggalkan keluarga untuk selama-lamanya, sedih itu pasti ada tetapi dia mencoba untuk tetap tabah walau itu hal yang sulit bagi anak berumur 12 tahun untuk menahannya.

Haruh seduh berubah menjadi semangat, kesedihan berubah menjadi kegembiraan, dan kepergian, itulah kehidupan.

Memasuki kelas 2 Mts, Yusril menjadi anak yang lebih periang dari sebelumnya. Sesampai kelas 3 Mts, Yusril masuk kelas 9.3 . di kelas 9.3 itu adalah kelas yang rata-rata murid bandel,nakal,bandel nakal, dan nakal bandel itu ada di 9.3  . tapi ada murid yang baiknya juga walau hanya sedikit. Awalnya yusril kurang suka dengan kelas itu tetapi ia mulai menikmati karena teman-teman nya seru, asik, dan lucu. Dan sering Yusril diajak gabung dengan mereka dan dia tau kalau mereka akan melakukan hal-hal yang tidak baik, dan Yusril jaga jarak dengan mereka dalam hal gabung atau nongkrong.

Yusril memang bukan murid yang terbilang pandai, dan terlihat ia sering mendapatkan remedial dalam setiap ulangan walau hanya sedikit. Ujian  Nasional pun tiba, waktunya para siswa/siswi untuk belajar dengan giat agar mendapatkan nilai yang bagus dan dapat memilih sekolah yang baik tentunya. Bocoran Ujian Nasional atau Kunci jawaban Ujian nasional itu menjadi solusi bagi peserta Ujian Nasional jika ragu dengan dirinya, begitu juga Yusril, dia sempat ragu dan kurang percaya diri tentang Ujian Nasional, yang Ia ragukan adalah nilainya bukan kelulusannya, dia yakin akan lulus tapi tidak dengan nilai  baik bahkan sempurna sekalipun. Ujian Nasional tiba dan tepat dihari senin peserta ujian telah siap dengan mental dan persiapannya masing-masing. Selama 4 hari Ujian Nasional ,Sebelum peserta ujian memasukin kelas , ada panitia ujian yaitu guru dari sekolah memberikan selembar kertas dan ternyata itu adalah 25 nomor kunci jawaban dari setiap kode soal. 

Karena tidak ingin menyiakan kesempatan yusril pun menyalin Kunci jawaban itu dan menyelipkan disaku celananya. Sesampai masuk kelas dan pengawas pun membagikan Lembar Jawaban dan Soal Ujian Nasional.Dan Yusril pun mengisi identitas yang perlu diisi , lalu dia menjawab sedikit soal demi soal dan disalinlah pada Lembar Jawaban. Ditengah Waktu mengerjakan banyak teman-temannya yang sudah meilhat kunci jawaban yang diberi guru, dan yusril pun juga mencoba melihat, tetapi disaat ia mengambil salinan nya, ternyata saku celananya belubang, sayang kepalang, yusril pun akhirnya memberanikan diri untuk mengerjakan soal Ujian Nasional dengan Murni hasil nya sendiri. Dan disaat itu dia yakin akan setiap jawabannya dalam setiap mata pelajaran Ujian Nasional.

Sesampai pada waktu pengumuman ujian nasinal,  Dan Sungguh senang, karena yusril ternyata lulus dengan nilai bagus yaitu dengan nilai rata rata 8,3 .  yaa sunggu bersyukur yusril mendapatkan nilai itu dengan hasilnya.
--TO BE CONTINUE--